Jumat, 15 April 2016

Cyber Crime

·         Cyber crime : adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer ataujaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan.
Contoh : Penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit (carding), confidence fraud, penipuan identitas.

·         Cyber Law adalah hukum yang digunakan di dunia cyber (dunia maya) yang umumnya diasosiasikan dengan internet.
Contoh : UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

·         Cyber Attack adalah semua jenis tindakan yang sengaja dilakukan untuk mengganggu kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersedian (availability) informasi.
Contoh : Cracking

·         Cyber Threat adalah semua jenis tindakan yang sengaja dilakukan untuk mengancam pengguna internet.
Contoh : Cyber-Defamatory : Penyebaran fakta palsu melalui email

·         Cyber security adalah keamanan informasi yang diaplikasikan kepada komputer dan jaringannya.
Contoh : firewall dan antivirus




Email Fraud, Perusahaan Asal Yunani Tertipu Ratusan Ribu Dollar

JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya meringkus sindikat pelaku penipuan dengan modus email fraud. Dua orang pelaku yaitu KIA dan ODI berhasil ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada Selasa, 22 Maret 2016.

Mereka ditangkap setelah sebuah perusahaan asal Yunani menjadi korban tindak kejahatan yang dilakukan pelaku, sehingga menderita kerugian ratusan ribu US dollar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Mujiono menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal saat perusahaan bernisial AI asal Yunani ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan SS asal Korea Selatan.

"Kerjasamanya terkait dengan perbaikan kapal. Komunikasi antar kedua perusahaan tersebut dilakukan melalui email atau surat elektronik," kata Mujiono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (26/3/2016).

Mujiono menuturkan, pada 12 Februari 2016 lalu perusahaan AI mengirimkan email kepada perusahaan SS tentang kesepakatan anggaran biaya jasa teknis perbaikan tiga kapal milik perusahaan AI.

Namun, email balasan dari perusahaan SS yang ditunggu tak hadir. Perusahaan AI malah mendapat email balasan dari sebuah akun palsu yang diduga dioperasikan oleh kedua pelaku. "Emailnya palsu, seolah-olah mirip dengan email dari perusahaan SS ini. Sehingga korban tidak menaruh curiga," kata Mujiono.

Tak hanya itu, perusahaan asal Yunani itu juga dikelabui para pelaku untuk mengirimkan biaya perbaikan kapal ke rekening pribadi. Padahal seharusnya, biaya tersebut dikirim ke bank yang berada di Korea Selatan.

"Pelaku ini bohong ke korban, bilangnya di Korsel sedang ada pemeriksaan pajak. Makanya dia alihkan pengiriman uangnya ke rekening pribadi," beber Mujiono.

Merasa tak curiga, pada 18 Februari 2016, perusahaan AI akhirnya memutuskan mengirimkan uang ratusan ribu dollar sebagai biaya perbaikan kapal. Mujiono menjelaskan, para pelaku menggunakan rekening sebuah bank swasta atas nama Marina Darmawan yang berlokasi di Semarang.

"Uang sebesar USD749.029 malah jatuh ke tangan pelaku, bukan ke rekening bank perusahaan SS di Korsel" tutur Mujiono.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal berlapis. Diantaranya Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 28 Undang-undang nomor 11 tahun 200 tentang ITE, dan Pasal 3 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Menurut Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Pasal 45 ayat 2 : setiap orang yang memenuhi unsur sebagimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana penjara paling lama 6(enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)

"komentar"

Berdasarkan berita di atas saya berpendapat bahwa cyber security di indonesia belum 100% aman. Masih banyak kasus serupa yang terjadi di hampir seluruh wilayah indonesia. Seharusnya pemerintah bisa memantau arus pengiriman email agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Begitu juga untuk kita para netizen seharusnya lebih berhati-hati saat berbicara pada orang yang baru kita kenal di dunia maya, karena belum tentu orang yang baru kita kenal itu merupakan orang yang baik.


http://news.okezone.com/topic/7536/cyber-crime

Minggu, 27 Maret 2016

Pelanggaran Etika pada Berita Media Cetak

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemberitaan media cetak terkait isu kekerasan seksual terhadap perempuan masih banyak yang belum memenuhi etika dan hak korban. Dalam pemberitaanya, media cetak juga menempatkan isu perempuan pada rubrik sekunder. Hal ini menunjukkan bahwa media sebagai agen pembawa pesan kepada masyarakat meminggirkan isu terkait perempuan.

Berdasarkan kajian Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), dari 1.210 berita terkait perempuan di media cetak pada tahun 2011, sebanyak 64 persen dari keseluruhan berita kekerasan telah memenuhi etika dan hak korban dalam pemberitaannya. Sisanya, yakni 36 persen masih melanggar etika dan hak korban yang mengalami kekerasan.

"Meski demikian, dibandingkan tahun lalu, sensitivitas media cetak dalam memberitakan isu terkait perempuan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," kata Komisioner Komnas Perempuan, Arimbi Heroepoetri, Selasa (6/6/2012), saat membahas hasil kajian Komnas Perempuan terhadap media terkait pemberitaan isu perempuan.

Kajian dilakukan dengan mengamati pemberitaan di delapan media cetak besar di Indonesia, yakni The Jakarta Globe, Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Pos Kota, Republika, Seputar Indonesia, dan The Jakarta Post. Periode pemberitaan adalah bulan Maret, November, dan Desember tahun 2011, dimana pemberitaan terkait isu perempuan sedang tinggi. Berita yang paling banyak muncul adalah kekerasan seksual dalam bentuk perkosaan.

Ketua Sub Komisi Partisipasi Masyarakat, Komnas Perempuan, Andy Yentriyani mengatakan, pelanggaran etika yang paling banyak dilakukan media cetak dalam pemberitaannya adalah mengungkap identitas korban, seperti menyebut nama, alamat dan menampilkan foto korban. Selain itu, media cetak ikut menstigma korban dengan penggunaan diksi (pilihan kata) yang bias dan tidak berperspektif korban.

Yentriyani mencontohkan bagaimana media menggunakan kata-kata yang merendahkan dan menyakitkan untuk korban perkosaan. Dalam kalimatnya, kata perkosaan kerap diganti dengan melampiaskan aksi bejat, merenggut kegadisan, menyetubuhi, atau menggilir korban.

Dari hasil kajian media tersebut, The Jakarta Globe dianggap sebagai media paling baik dalam pemenuhan etika dan hak korban dalam pemberitaan kekerasan seksual. Dari seluruh berita kekerasan seksual yang dimuat The Jakarta Globe, Komnas Perempuan tidak menemukan satu pun pelanggaran etika dan hak korban.

Sementara Harian Kompas menempati urutan kedua setelah The Jakarta Globe sebagai media yang memenuhi tidak terlalu banyak melanggar etika dan hak korban kekerasan. Setelah itu berturut-turut The Jakarta Post, Koran Tempo, Republika, Media Indonesia, Seputar Indonesia dan Pos Kota.

Dari jumlah berita tentang isu perempuan yang dimuat media cetak, menurut Yentriyani, sebagian besar atau sebanyak 59 persen masih ditempatkan pada rubrik sekunder.

"Ini tantangan bagi kita semua. Kami menyadari bahwa isu kekerasan seksual sangat rumit dan belum semua awak media memiliki pemahaman yang baik dan berperspektif korban," kata Yentriyani.

Untuk memberi pemahaman baru terhadap awak media, Komnas Perempuan berencana berkunjung dan berdiskusi ke berbagai media cetak di Jakarta.


“Komentar”

Saya setuju dengan Andy Yentriyani yang menyatakan bahwa media harus  memiliki pemahaman yang baik dan berperspektif korban. Awak media juga seharusnya harus lebih pandai dalam memilih kata-kata yang akan diterbitkan di media, jangan sampai kata kata tersebut bersifat menyakiti atau merendahkan korban dan membuat pembaca menjadi salah paham.

Kemudian saya ucapkan selamat kepada The Jakarta Globe karena dianggap sebagai media media paling baik dalam pemenuhan etika dan hak korban dalam pemberitaan kekerasan seksual. Berdasarkan kajian yang dilakukan, dari seluruh berita kekerasan seksual yang dimuat The Jakarta Globe, Komnas Perempuan tidak menemukan satu pun pelanggaran etika dan hak korban.

Saya harap untuk kedepanya jumlah pelanggaran etika dan hak korban dapat berkurang sehingga para korban tidak merasa tersakiti karena penggunaan diksi (pilihan kata) yang bias dan tidak berperspektif korban.


Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2012/06/06/2101079/pelanggaran.etika.pada.berita.media.cetak




Kamis, 07 Januari 2016

MANAJEMEN DATA

     Manajemen data adalah fungsi organisasi yang bertanggung jawab terhadap pengembangan kontrol sistematis terhadap pembuatan, penyimpanan, penelusuran juga pemeliharaan dan penempatan data. Fungsi yang luas tidak dapat dianggap sama dengan pekerjaan pengarsipan atau penyimpanan yang merupakan fase kecil dalam rentang hidup data. Tujuan program manajemen pendata yang dikembangkan dengan baik yang ada pada industri skala besar didiagramkan dalam Gambar 9-1. Konsep program ini diatur dalam siklus hidup dari pembuatan – penempatan data, dengan prosedur administrasi yang sesuai untuk menangani setiap tahapan siklus tersebut.

·         Berdasarkan sisi client

      Manajemen data dilihat dasri sisi client adalah kemampuan komputer untuk meminta layanan requestdata kepada komputer lain. Manajemen data ini dapat diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara client dan server. Dalam perkembangannya, client server dikembangkan oleh dominasi perusahaan-perusahaan software yaitu Baan, Informix, Microsoft, dll. Istilah tier dalam server adalah untuk menjelaskan pembagian sebuah aplikasi yang melalui client dan server. Pembagian proses kerja adalah bagian uatama dari konsep client / server saat ini.

·         Berdasarkan sisi Server

         Database server adalah program komputer yang menyediakan layanan data lainnya ke komputer atau program komputer, seperti yang ditetapkan oleh model klien-server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer yang didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database sistem manajemen database yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs (misalnya, MySQL) secara eksklusif bergantung pada model klien-server untuk akses data.

·         Berdasarkan sisi perangkat bergerak

          Pesatnya perkembangan bagi komunikasi bergerak mendorong para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya guna menambah pemasukan bagi perusahaanya. Komunikasi data bergerak, misalnya untuk akses internet. Pengenalan WAP (Wireless Application Protocol) telah menunjukkan potensi sebagai layanan internet nirkabel/ WAP merupakan protocol global terbuka yang memungkinkan para pengguna mengakses layanan-layanan on-line dari layar kecil pada telepon genggam dengan menggunakan built-in browser. WAP bekerja pada berbagai teknologi jaringan bergerak, yang memungkinkan pasar missal bagi penciptaan layanan data bergerak.


Open Service Gateway Initiative (OSGi)
        Open Service Gateway Initiative (OSGi) adalah sebuah system dan aplikasi interoperability berbasis komponen platform yang terintegrasi. OSGi merupakan system modul dinamik untuk Java. Teknologi OSGi adalah Universal Middleware. Teknologi OSGi menyediakan sebuah service-oriented, lingkungan yang berbasis komponen untuk pengembang dan menawarkan jalan standard untuk mengatur siklus hidup software. Kemampuan ini dapat menambah nilai jangkauan dari computer dan peralatan yang menggunakan platform Java dengan sangat hebat. Teknologi OSGi mengadopsi keuntungan dari menambah time-to-market dan mengurangi biaya pengembangan karena teknologi OSGi menyediakan subsistem komponen yang terintegrasi dari pre-build dan pre-tested. Teknologi ini juga mengurangi biaya perawatan dan memberikan kesempatan aftermarket yang baru dan unik karena jaringan dapat digunakan untuk update secara dinamik dan mengirimkan service dan aplikasi di lapangan.

OSGi Specifications

OSGi Service Platform Release 4
OSGi Service Platform Release 4 was first released in October 2005. Version 4.1 was released in May 2007. Version 4.2 was released in September 2009.
-Errata
-API Javadoc
-XML Schemas

OSGi ARSITEKTUR

  OSGi adalah sebuah set spesifikasi yang mendefinisikan sebuah komponen system dinamik untuk Java. Spesifikasi ini memungkinkan sebuah model pengembangan dimana aplikasi (secara dinamik) terdiri dari berbagai komponen yang berbeda. Spesifikasi OSGi memungkinkan komponen-komponennya untuk menyembunyikan implementasinya dari komponen lainnya ketika berkomunikasi melalui services dimana biasanya ketika hal ini berlangsung implementasi antar komponen dapat terlihat jelas. Model yang simple ini telah jauh mencapai efek dari segala aspek dari proses pengembangan software.

Automotive Multimedia Interface Collaboration

           Automotive Multimedia Interface Collaboration atau yang lebih dikenal dengan singkatan AMI-C, adalah suatu bentuk pengembangan dan stadarisasi yang umum multimedia dan telematika otomotif untuk kendaraan antarmuka jaringan komunikasi.  The Automotive Multimedia Interface Kolaborasi (AMIC) didirikan pada Oktober 1998 dengan tujuan untuk mengembangkan serangkaian spesifikasi umum untuk multimedia interface ke sistem elektronik kendaraan bermotor untuk mengakomodasi berbagai berbasis komputer perangkat elektronik di dalam kendaraan. Inisiatif ini – yang pendiri Daimler-Chrysler, Ford, General Motors, Renault dan Toyota – sekarang kelompok semua auto utama pembuat, dan dengan demikian menyediakan kesempatan strategis baru untuk mencapai suatu set umum industri mobil.

Arsitektur

·         AMI-C 3023 Power Management Specification
·         AMI-C 3013 Power Management Architecture
·         AMI-C 2002 1.0.2 Common Message Set Power Management
·         AMI-C 3034 Power Management Test Documents
·         AMI-C 4001 Revision Physical Speci .cation.

Tujuan dan Fungsional

  •            Menyediakan interface standar untuk memungkinkan pengendara mobil untuk menggunakan berbagai media, komputer dan perangkat komunikasi – dari sistem navigasi dan hands-free telepon selular, melalui manusia maju / mesin sistem antarmuka, termasuk pengenalan suara dan sintesis, untuk dipersembahkan komunikasi jarak dekat ( DSRC) sistem untuk kendaraan untuk infrastruktur komunikasi dan sistem mobil seperti airbag, pintu kunci dan diagnostik input / output.

  •      Meningkatkan pilihan dan mengurangi keusangan sistem elektronik kendaraan.

  •             Memotong biaya keseluruhan informasi kendaraan dan peralatan hiburan dengan meningkatkan ukuran pasar yang efektif dan memperpendek waktu pengembangan – industri otomotif efektif terdiri dari banyak pasar yang kecil karena setiap platform kendaraan sering mengandung berbagai adat-mengembangkan komponen dan platform yang khas hanya sekitar 50.000 unit.

  •             Menawarkan standar terbuka dan spesifikasi untuk informasi interface dalam kendaraan dan antara kendaraan dan dunia luar.
 

Struktural
            Automotive Multimedia Interface Kolaborasi (AMIC) mengatakan akan menjadi tuan rumah tiga update internasional briefing untuk menjadi pemasok otomotif, komputer dan teknologi tinggi industri elektronik. Briefing akan diadakan 23 Februari di Frankfurt, Jerman; Februari 29 di Tokyo; dan Maret 9 di Detroit.
“AMIC telah membuat suatu kemajuan yang signifikan dalam satu tahun terakhir ini dalam menyelesaikan struktur organisasi dan mencapai kesepakatan mengenai persyaratan yang diperlukan untuk hardware dan software baik di masa depan mobil dan truk,” Jurubicara AMIC Dave Acton berkata, “Dan sekarang sudah saatnya bagi kita untuk bertemu dengan pemasok dan mereka yang tertarik untuk menjadi pemasok untuk memastikan kami pindah ke tahap berikutnya pembangunan kita bersama-sama. “
Acton menekankan bahwa AMIC terbuka untuk semua pemasok yang tertarik bisnis elektronik. AMIC dibentuk pada bulan September l998 dan saat ini dipimpin oleh 12 produsen otomotif dan anak perusahaan yang meliputi: BMW, DaimlerChrysler, Ford, Fiat, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA / Peugeot-Citroen, Renault, Toyota, dan VW. Seorang juru bicara mengatakan kelompok AMIC berencana untuk mendirikan sebuah kantor di San Francisco di masa depan.


https://siscaellia.wordpress.com/2014/12/17/kolaborasi-antarmuka-otomotif-multimedia/
http://zainuliman.blogspot.com/2009/12/open-service-gateway-initiative-osgi.html
http://dewaattack.blogspot.com/2012/10/manajemen-data-dan-informasi.html
http://mamuteritorial.blogspot.com/2014/01/manajemen-data-dilihat-dari-sisi-client.html


Sabtu, 26 September 2015

Pengantar Telematika Bagian 2




F. Telematics Services



       Pada saat ini media informasi sudah banyak berkembang. Teknologi telematika yang telah berkembang mampu menyampaikan suatu informasi melalui media yang semakin canggih. Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Ini merupakan suatu bentuk hubungan saling bertukar informasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lain. Layanan Telematika itu adalah Layanan dial up ke jaringan internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Layanan Telematika (dalam bhs.Inggris disebut juga Telematics Services) dewasa ini sudah banyak digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk menunjang kebutuhan dan kenyamanan masyarakat.

  • · Layanan Informasi
 Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat menolah dan memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Tujuan Secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya.
  • · Layanan Keamanan

Keamanan adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jariangan tidak mudah hilang. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan di sini adalah memberikan peningkatan tertentu untuk jaringan. Peningkatan keamanan jaringan ini dapat dilakukan terhadap :

  1. Rahasia (privacy) : Dengan banyak pemakai yang tidak dikenal pada jaringan menebabkan penyembunyian data yang sensitive menjadi sulit.
  2. Keterpaduan data (data integrity) : Karena banyak node dan pemakai berpotensi untuk mengakses system komputasi, resiko korupsi data adalah lebih tinggi.
  3. Keaslian (authenticity) : Hal ini sulit untuk memastikan identitas pemakai pada system remote, akibatnya satu host mungkin tidak mempercayai keaslian seorang pemakai yang dijalankan oleh host lain.
  • · Layanan Telematika Context Aware & Event Based
Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
  • Layanan perbaikan sumber 
Layanan perbaikan sumber adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.


Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.

Pengantar Telematika Bagian 1



A. Definisi Telematika

Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital. Pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika. 

B. Perkembangan Telematika

Telematika, pada awalnya dikembangkan disisi internet. Ketika komputer tersebar luas kebutuhan akan suatu cara mudah untuk menukar data tumbuh berkembang. Ini adalah ketika teknologi telekomunikasi telah digunakan untuk menghubungkan antar computer dan kemudian telematika dilahirkan. Telematika adalah jawaban dari keprihatinan yang terjadi pada tahun 1976 di Perancism ketika itu perkembangan aplikasi computer telah merubah organisasi ekonomi dan social masyarakat. Saat ini banyak bidang yang memanfaatkan telematika, seperti bidang telekomunikasi yang berfokus pada pertukaran data yang menjadi kebutuhan konsumen mereka seperti telekomunikasi lewat telepon, saluran televise, radio, dan media lainnya, bahkan sistem pelacakan navigasi secara realtime berbasis satelit yang disebut GPS (Global Positoning System). Dalam penerapannya, telematika menggunakan teknologi pengiriman, penerimaan, dan penyimpanan informasi melalui perangkat telekomunikasi dalam hubungannya dengan pengaruh pengendalian / kontrol pada objek jarak jauh. Dalam penerapan di bidang navigasi, telematika membutuhkan perangkat GPS sebagai perangkat pengiriman data, lalu data telematika diterima oleh layanan (vendor) seluler dan diterukan ke pelanggan. Kemudian data telematika disimpan oleh pelanggan di device telekomunikasi seperti handphone, pda, dan smartphone.

C. Tren Kedepan Telematika

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memori dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop Ubuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya.

D. Arsitektur Telematika

Istilah arsitektur mencakup merancang atau mendesain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu sistem diolah dan ditempatkan agar komponen tersebut dapat berinteraksi. Arsitektur sistem harus berdasarkan konfigurasi sistem secara keseluruhan yang akan menjadi tempat dari DBMS, basis data dan aplikasi yang memanfaatkannya yang juga akan menentukan bagaimana pemakai dapat berinteraksi dengannya. Sehingga dapat diartikan, Arsitektur Telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer – layer TCP/IP) yang dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

E. Arsitektur Client-Server Telematika

Karena keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah Arsitektur Client-Server. Arsitektur Client-Server merupakan sebuah aplikasi yang bertugas untuk membagi pekerjaan antara server(penyedia layanan) dan client. Client dan server terkadang menggunakan jaringan komputer pada hardware yang terpisah. Sedangkan server dapat menjalankan satu atau lebih program untuk memberikan data-data pada client. Arsitektur client – server telematika terdiri dari 2 buah arsitektur yakni, arsitektur sisi client dan sisi servernya.

  • Arsitektur dari sisi client
Arsitektur dari sisi klien mengarah pada pelaksanaan data pada browser sisi koneksi HTTP. Contohnya adalah JavaScript dari sisi eksekusi client dan cookie dari sisi penyimpanan pada client. Beberapa ciri khas dari sisi client, sebagai berikut :

1. Selalu memulai permintaan ke server.

2. Menunggu dan menerima balasan dari server.

3. Biasanya terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu.

4. Biasanya berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan antarmuka pengguna     seperti antarmuka pengguna grafis. Khusus jenis klien mencakup: web browser, e-mail klien, dan       online chat klien.
  • Arsitektur dari sisi server
Pada sisi server, terdapat server Web khusus yang mengeksekusi perintah dengan menggunakan metode HTTP. Contoh dari sisi server adalah penggunaan CGI script yang tertanam di halaman HTML, hal tersebut dapat memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi. Beberapa ciri khas dari sisi server, sebagai berikut :

1. Menunggu permintaan dari salah satu client.

2. Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.

3. Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.

4. Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.

Senin, 22 Juni 2015

Tugas 7 Softskill Bahasa Indonesia "Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Tingkat Penjualan"

Pada prinsipnya setiap perusahaan tatkala menjual produk-produknya akan dihadapkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus, sehingga komoditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan konsumen/pelanggan. Perusahaan harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen, supaya mereka merasakan kepuasan sebagaimana yang diharapkan. Demikianlah sebagaimana yang disampaikan oleh banyak pakar ekonomi yang memberikan definisi mengenai kepuasan konsumen.
Kepuasan konsumen adalah perasaan seseorang yang puas atau sebaliknya setelah membandingkan antara kenyataan dan harapan yang diterima dari sebuah produk atau jasa (Kotler 2000:36). Kepuasan konsumen hanya dapat tercapai dengan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada konsumennya. Pelayanan yang baik sering dinilai oleh konsumen secara langsung dari karyawan sebagai orang yang melayani atau disebut juga sebagai produsen jasa, karena itu diperlukan usaha untuk meningkatkan kualitas sistem pelayanan yang diberikan agar dapat memenuhi keinginan dan meningkatkan kepuasan konsumen. Jadi kualitas pelayanan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan agar dapat tercapai kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan konsumen. Kualitas memberikan suatu dorongan kepada konsumen untuk menjalin hubungan yang kuat dengan perusahaan.
Untuk memahami perilaku masyarakat dalam pembelian barang dan jasa tersebut di butuhkan studi tersendiri. Perusahaan berkepentingan dengan hampir setiap kegiatan manusia yang hanya dalam lingkup yang lebih terbatas. Perilaku konsumen sangat komplek dan sulit di prediksi. Pendekatan-pendekatan yang selama ini banyak digunakan untuk menyingkap sikap, minat, dan perilaku konsumen mengansumsikan bahwa konsumen bersikap rasional dalam setiap keputusan pembelian. Adapun definisi perilaku konsumen adalah tindakan langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini (Engel dan Blackwell,1994:3).
Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efesien dan lebih efektif. Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efesien. Hal ini terutama sangat penting bagi pelayanan publik. Mencapai tingkat kepuasan pelanggan tertinggi adalah tujuan utama pemasaran. Ketika pelanggan merasa puas atas pelayanan yang didapatkan, maka besar kemungkinan mereka akan kembali lagi dan melakukan pembelian-pembelian yang lain dan mereka juga akan merekomendasikan pada teman-teman dan keluarganya tentang perusahaan tersebut. Pemasaran bukanlah semata-mata membuat penjualan, melainkan tentang bagaimana memuaskan pelanggan terus-menerus. Jadi apa sebenarnya kepuasan pelanggan itu? Kepuasan pelanggan adalah persepsi pelanggan bahwa harapannya telah terpenuhi atau terlampaui (Richard.F.Gerson, 2004:3)
DAFTAR PUSTAKA
Tjiptono, F., dan Chandra, G. 2005. Service Quality and Satisfaction. Andi Yogyakarta
Supranto, J. 2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Edisi Baru. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Tugas 6 Softskill Bahasa Indonesia "PENGARUH HARGA TERHADAP PENJUALAN"

      Harga merupakan salah satu unsur variabel non produk yang paling sensitif bagi konsumen karena mempunyai peranan penting dimata konsumen sebagai pertimbangan dalam keputusan pembelian suatu produk. Dari sudut pandang pemasaran, harga merupakan ukuran atau nilai dari barang atau jasa yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa. Menurut Kotler (2001), harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut.

       Program pemasaran yang efektif mencampurkan semua elemen bauran pemasaran ke dalam program yang dirancang untuk mencapai sasaran pemasaran perusahaan dengan memberikan nilai kepada konsumen. Bauran pemasaran membentuk perangkat alat taktis perusahaan untuk menetapkan posisi yang kuat dalam target pasar. Selain itu perusahaan harus mempunyai perencanaan yang strategis yang dapat digambarkan sebagai sebuah metode untuk mencapai tujuan dengan mengantisipasi hal yang akan terjadi dan menentukan tindakan yang perlu dilakukan (Kotler, 2000).




        Promosi sebagai salah satu cakupan bauran pemasaran yang penting dalam memasaran barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan dan juga sebagai suatu cara memberikan informasi kepada masyarakat tentang barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Promosi merupakan suatu bentuk dari komunikasi pemasaran, yaitu aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar konsumen bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produknya yang ditawarkan perusahaan (Tjiptono,2002).

      Daftar Putaka
      Kotler, Philip dan Kevin Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi Ketiga Belas. Jilid 1.       Jakarta : Erlangga. 
      Basu Swastha dan Irawan. 1997. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta : Modern Liberty.